Minggu, 27 Februari 2011

fakta-fakta politik mesir

Terdapat banyak fakta di balik upaya Presiden Mesir Hosni Mubarak mempertahankan kekuasaan dan membayar kaum badui dan para preman untuk menyerang para demonstran di Bundaran Tahrir, Kairo.
diantaranya yaitu:
1. Mubarak dan para kroninya telah bertahun-tahun menganggap Mesir bak milik pribadi dan saling berbagai sumber kekayaan negara ini.
2. Politik privatisasi secara meluas telah mendatangkan keuntungan melimpah bagi Mubarak dan kroninya dari berbagai sektor.
3. Sekelompok kecil pengusaha menunggangi aset-aset publik dan mendominasi pasar komoditi penting seperti besi, baja, semen, dan kayu.sehinga Pada saat yang sama, sektor industri dalam negeri yang dulu menjadi penopang ekonomi negara, semakin hari semakin terkikis.
4. Sebagian besar industri Mesir dikendalikan hanya oleh sekitar 1.000 keluarga. Kelompok ini berupaya menjaga kekayaan mereka melalui senjata politik. Partai berkuasa pimpinan Hosni Mubarak, merupakan sarana prioritas untuk menggapai tujuan tersebut.Mubarak berkuasa dan mencengkeram kuat kekayaan negara di saat lebih dari separuh rakyatnya berada di bawah garis kemiskinan. Sekitar 40 persen warga Mesir berpendapatan kurang dari dua dolar perhari.

Dengan demikian, Mesir disetir ibarat properti pribadi. Sementara itu, kerabat Mubarak, berpartisipasi di sektor investasi sebagai partner sebagian besar pengusaha yang mengeruk keuntungan dari sistem korup rezim Mubarak. Mereka jelas tidak mungkin bersedia melepaskan istana-istana, pantai-pantai, pusat-pusat pariwisata, dan sektor perdagangan yang menggiurkan, serta timbunan kekayaan mereka. Ini semua adalah kekekayaan yang tidak bergerak dan tidak dapat direlokasi. Namun yang pasti, kekayaan likuid mereka telah tersimpan aman di bank-bank asing.

Televisi Aljazeera dalam laporannya menyinggung angka fantastis kekayaan keluarga Hosni Mubarak. Diperkirakan setelah 30 tahun bekerja keras menguras kekayaan negaranya, Mubarak berhasil mengantongi kekayaan sekitar 40 hingga 70 milyar dolar.

selain itu dampak-dampak yang ditimbulkan akibat gejolaknya mesir bagi indonesia tidak berpengaruh besar. menurut anggota Komisi XI DPR Arief Budimanta Dampak langsung tidak ada secara ekonomi, karena neraca perdagangan kita dengan ketiga negara (Tunisia, Mesir dan Yaman) tidak lah signifikan secara nasional," katanya
Menurut Arief, ketiga negara itu sebenarnya tidak memiliki cadangan minyak yang nyata. Tetapi negara-negara itu dengan sistem ekonominya yang mengarah ke sosialisme dan mandiri. Sistem kepemimpinan yang authoritarian karena dipilih secara terus-menerus melalui pemilu.

Pada dasarnya adalah jangkar solidaritas negara-negara Teluk dalam menghadapi kekuatan Barat (Amerika dan Israel dan sekutu-sekutuya. Dengan bangkrutnya Amerika dan Inggris ada kekhawatiran negara-negara Teluk solidaritasnya akan menguat. Perkembangan ini mengikuti China, Rusia, India dan Brazil. "Ini tentu saja berbahaya bagi kelangsungan masa depan ekonomi barat," tegasnya.

Momentum ini seharusnya dapat menjadi stimulan bagi Indonesia untuk mengubah paradigma pembangunan ekonominya dengan lebih memperhatikan kekuatan kawasan ASEAN dan Asia Timur. "Kalau itu bisa dilakukan maka Indonesia dapat bertahan dari jebakan kebangkrutan dunia barat," tegas anggota FDIP ini

Pasca revolusi yang terjadi di Mesir, kini Mesir menyatakan akan segera membebaskan sebanyak 200-an tahanan politik. Hal ini dinyatakan oleh Perdana Menteri Ahmed Shafiq pada hari Sabtu. Namun, masih belum diketahui kapankah para tahanan tersebut akan dibebaskan.

Ia mengatakan, sebagaimana dikutip kantor berita Reuters, bahwa 222 tawanan akan segera dibebaskan sehingga jumlah tahanan politik tersisa sebanyak 487 orang.

Kelompok hak asasi manusia menyebutkan ribuan warga Mesir telah ditahan tanpa tuduhan berdasarkan undang-undang darurat di negara itu dan bahwa banyak dari mereka mungkin akan digolongkan sebagai tahanan politik.

“Perdana Menteri Ahmed Shafiq mengumumkan ada 487 tahanan politik yang tersisa dan bahwa pemerintah akan segera membebaskan 222 orang diantaranya,” kata kator berita nasional MENA.Ia tidak mengatakan kapan mereka dibebaskan.

Shafiq menjelaskan sejumlah orang telah ditahan saat pergolakan rakyat yang dimulai pada 25 Januari dan bahwa mereka sedang menyelidiki nasib orang-orang yang hilang dalam kekacauan itu, demikian laporan itu menambahkan.

Demonstran dan kelompok hak asasi manusia mengatakan ratusan orang hilang saat demonstrasi, sementara beberapa lainnya ditahan pemerintah.

referensi : Antaranews.com

beritaterbaru.net/search/opini-krisis-politik-mesir
rimanews.com/read/20110130/14584/krisis-politik-di-mesir-bisa-lemahkan-dominasi-ekonomi-barat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar